Sunday, February 23, 2014

MENTAL TEMPE TATA KELOLA KEDELAI


Gagasan:
SOLOPOS>kolom                                                                                                   Selasa, 31 Juli 2012 08:31 WIB 
http://www.solopos.com/2012/07/31/mental-tempe-tata-kelola-kedelai-205915

Oleh:
R. Agus Trihatmoko  (AGUSTRI)*

            Orang yang minder sering dijuluki memiliki mental tempe, pemain olah raga yang takut menghadapi lawan dianggap bermental tempe, pemimpin organisasi yang tidak mampu mengelola organisasi sering disebut berotak tempe. Tempe dijadikan julukan untuk menilai mental dan otak seseorang karena tempe terlanjur diindentikan sebagai makanan masyarakat kelas bawah. Perumpamaan tersebut memang salah kaprah, di mana menganggap orang yang sering makan tempe intelejensinya tidak cerdas, padahal tempe memiliki kandungan protein yang tinggi. Kelangkaan kedelai mengingatkan orang tentang mental tempe, karena kedelai merupakan bahan baku tempe. Sungguh ironis bangsa agraris kekurangan kedelai untuk membuat tempe.

Wednesday, January 29, 2014

AGUSTRI MEMBERI PUJIAN “MEREKA PROFESORKU DI KAMPUNG”

Radar PosEdisi 142/Th.VIII/ 15-31 Januari 2014: Lintas Daerah


Agustri bersama TOKOH DUSUN WONOREJO
Karanganyar, Radar Pos  Mengawali tahun Baru 2014 ini aktivitas Agustri (R. AGUS TRIHATMOKO, SE. MBA. MM) semakin padat, waktu kesehariannya dihabiskan dlusupan ke pedusunan. Semangat perjuangannya untuk terus berbicara dengan masyarakat sudah menjadi tekadnya. Setiap bertemu tokoh warga di pedusunan dia selalu berbicara RAHAYU SARASWATI DJOJOHADIKUSUMO serta GERINDRA MENANG & PRABOWO PRESIDEN. Kali ini pernyataannya sangat lugas, menurutnya, jumlah suara menang atau kalah dalam Pileg adalah urusan perjuangan ini tetapi SUARA KEBENARAN akan menang...!. Langkah kami bukan mencari kedudukan tetapi niat kami ingin menyelamatkan hak hidup rakyat. Kami bukan mencari pekerjaan tetapi tugas panggilan hidup ini mengabdikan diri bagi kaum tertindas.

Saturday, January 25, 2014

RAHAYU SARASWATI JUGA FANATIK BOLA

Radar PosEdisi 142/Th.VIII/ 15-31 Januari 2014

Rahayu Saraswati (tengah) dan Krisnanto (kanan)
Karanganyar, Radar Pos Dari Ngargoyoso Rahayu Saraswati beserta rombongan menuju  Tawangmangu untuk melihat persiapan acara PASOPATI (kelompok suporter PERSIS SOLO). Krisnanto yang merupakan dedengkot PASOPATI di daerah ini, malam itu mengadakan acara silaturohmi PASOPATI KARANGANYAR bahkan waktu itu juga ada tamu SINGO EDAN (AREMA MALANG).
Suporter Singo Edan yang datang di acara PASOPATI 
 Dukungan semangat dari Krisnanto dan Rahayu Saraswati untuk kelompok penggila bola ini patut diapresiasi.  Masyarakat boleh bangga terhadap wanita enerjik ini karena Rahayu Saraswati juga fanatik bola.

Pasar Tradisional Diterlantarkan, Dosa Politik Siapa?

Radar PosEdisi 142/Th.VIII/ 15-31 Januari 2014 


Hidup petani dan orang desa
Karanganyar, Radar Pos  Setiap peliputan Radar Pos bersama Agustri (R. Agus Trihatmoko) di Jumantoro, banyak gagasan yang bisa diangkat bagi masyarakat umum. Sesuai misi perjuangannya untuk pembelaan hidup petani dan orang desa Agustri menyoroti tajam tentang pasar tradisional, berikut ulasannya dalam perspektif ekonomi pedesaan dan politik:
Pasar tradisional merupakan saluran nafas hidup petani dan orang desa, namun ini tidak pernah disadari oleh jajaran pemangku jabatan di bidang perokonomian.

Agustri Soroti Keganjilan Penjaringan dan Pengisian Perangkat Desa di Karanganyar

Radar PosEdisi 141/Th.VIII/ 01-15 Januari 2014: Lintas Daerah

Karanganyar, Radar Pos Saperti biasa kami dari Radar Pos ketika menjumpai Agustri (R. Agus Trihatmoko) untuk mengetahui berbagai aktifitasnya ada saja hal lain yang dilontarkan olehnya untuk publik. Kali ini dia menyoroti tentang penjaringan dan pengisian perangkat desa yang telah dilakukan pemerintahan Karanganyar di berbagai desa beberapa waktu yang lalu.
Awal pembicaraan Agustri terkesan santai, dia hanya katakan, wah kali ini di pedesaan Karanganyar banyak generasi baru yang siap memajukan desa, semoga...? Sebenarnya saya tidak perlu bicara untuk masalah ini, karena kalau sudah menyangkut pengisian perangkat desa selalu ada cerita ini dan itu.

RENUNGKAN TAHUN DEMI TAHUN YANG BERLALU

Radar PosEdisi 141/Th.VIII/ 01-15 Januari 2014: Lintas Daerah


R. Agus Trihatmoko
Wawancara Radar Pos dengan  Agustri (R. Agus Trihatmoko) di akhir tahun 2013 sedikit berbeda dengan biasanya. Sebenarnya dia agak enggan berbicara dengan kami dari media dengan alasan selama ini sudah banyak bicara. Namun ketika kami hanya sekedar ingin tahu aktifitasnya di akhir tahun 2013 ini akhirnya dia juga bersedia untuk kami ajak berdialog. Memang kita tahu bahwa ini musim liburan tetapi bagi dia rupanya tidak mengenal libur. Di akhir tahun ini dia tidak terlalu banyak mengunjungi dusun karena malah banyak tamu dari pedusunan yang mendatangi rumah aspirasi.  Agustri berada di kampung setiap hari biar tidak terlalu merepotkan masyarakat kalau mau menemuinya, karena kalau harus bertemu di rumahnya di Colomadu tentu terlalu jauh bagi masyarakat 4J.

BELENGGU HIDUP ORANG DESA

Radar PosEdisi 139/Th.VIII/ 01-15 Desember 2013: Lintas Daerah


MEMBANGUN SEJARAH POLITIK YANG BERBUDAYA 

Karanganyar, Radar Pos Sepuluh Nopember Hari Pahlawan ada apa di 4J Raya? Radar Pos kembali menjumpai Agustri di kantor Rahayu Saraswati Karanganyar untuk mengkonfirmasi apa makna agenda di hari tersebut. Awalnya dia katakan “lah.. biasa saja, kami  hanya ingin mengenang perjuangan para pahlawan negara”. Namun setelah kami telusuri ternyata hari itu di Dusun Wates Jumantoro punya hajatan dan Agustri sebagai tuan rumah. Dia ceritakan, kami menyambut tamu ala orang desa dengan cara sederhana bernuansa budaya. Justru di kampunglah orang masih kenthal menghargai budaya tinggalan leluhur. Semangat inilah yang dibangun oleh Agustri untuk menciptakan iklim berbudaya dalam agenda politiknya.

Foto bersama dengan para pemain reog