Sunday, March 23, 2014

KOTAK SUARA MENENTUKAN NASIB HIDUP

(Lanjutan Edisi Sebelumnya)
Radar PosEdisi 145/Th.VIII/ 01-15 Maret 2014
http://zonaradarpos.blogspot.com/
R. Agus Trihatmoko, SE. MBA. MM
Catatan kunci edisi ulasan sebelumnya,
http://agustricentre.blogspot.com/2014/03/kotak-suara-menentukan-nasib-hidup.html  

“Namun yang sungguh memprihatinkan mereka para calon wakil rakyat ini berani terang-terangan negosiasi politik dengan cara transaksional. Apakah ini di benarkan...?”
“Namanya serangan fajar tentu akan dilakukan secara rahasia karena mereka yang akan melakukan telah mengetahui akan melanggar hukum. Mungkin mereka juga memiliki keyakinan aman saja karena negara sebagai penyelenggara tidak akan mampu mengendusnya.” 
“Bagi yang belum paham harus mulai belajar cerdas, kalau ingin Presiden yang diidam-idamkan nantinya memimpin negeri ini maka sudah selayaknya mendukung Caleg Partai pengusungnya.”
Mulai sekarang rakyat harus cerdas, jangan tersesat dalam memilih para wakil rakyat dalam Pileg 9 April nanti. Namanya pesta demokrasi memang sah saja masyarakat juga menikmati apa saja yang diberikan oleh para Partai dan para Calegnya, walau sumber uang dan barang itu entah dari mana asal muasalnya, biar Tuhan Yang Maha Esa yang mencatat.

PENDIDIKAN IKUT MENENTUKAN MARTABAT BANGSA

Sosialisasi Rahayu Saraswati Dengan Guru Wiyata Bakti

Radar PosEdisi 144/Th.VIII/ 15-28 Februari 2014
       
Pidato Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
di depan puluhan perwakilan guru Wiyata Bakti (WB)
Karanganyar, Pidato Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di depan puluhan perwakilan guru Wiyata Bakti (WB) dari Karanganyar dan Wonogiri mempertegas misi perjuangannya. Pada acara silaturahmi ini hadir juga salah satu Pendiri Partai Gerindra yaitu Bapak Hashim Djojohadikusumo, ayahanda dari Rahayu Saraswati.
       Acara ini diagendakan oleh Rahayu Saraswati karena desakan keprihatinannya atas nasib para guru WB. Hal tersebut mengingatkan perjuangannya selama ini tentang anti-perdagangan manusia dan perbudakan. Ia merasakan nasib ribuan guru WB yang telah sekian tahun berkerja di bidang pendidikan namun mereka saat ini menerima honor amat jauh dari layak.

KOTAK SUARA MENENTUKAN NASIB HIDUP

Radar PosEdisi 144/Th.VIII/ 15-28 Februari 2014 

     
R. Agus Trihatmoko, SE. MBA. MM
 
Karanganyar, Hajatan besar bangsa Indonesia dalam Pemilu tahun ini akan menjadi penentu nasib hidup bangsa Indonesia di masa mendatang. Seluruh warga negara di manapun berada diharapkan mau menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini. Saat ini di kota dan pelosok-pelosok negeri para kader partai telah mensosialisasikan diri dan partainya untuk mendapat dukungan. Bahkan media dan gambar-gambar serta slogan para calon pemimpin dan wakil rakyat ini mulai bertaburan di mana-mana.
            Untuk berbicara Pilpres masih terlalu jauh, tetapi untuk Pileg sudah semakin dekat. Namanya hajatan tentu suasana di mana-mana mulai gayeng.

ANAK PETANI JUGA BERHAK KULIAH

Salah Satu Perjuangan Agustri

Radar PosEdisi 144/Th.VIII/ 15-28 Februari 2014

R. Agus Trihatmoko, SE. MBA. MM

Karanganyar, Perjuangan Agustri (R. Agus Trihatmoko, SE. MBA. MM) di ranah politik benar bukan karena pamrih jabatan. Dari sikapnya selama ini, dia memiliki ketulusan dan keseriusan menjawab panggilan negara, bahkan dia pernah katakan ini parutusan dari Tuhan. Ketika kami ingin tahu perjuangannya di bidang pendidikan, dia langsung menjawab “ini salah satu perjuangan berat kami”.

Dia katakan:“Sungguh memprihatinkan bahwa dalam 20-30’an tahun terakhir ini sangat sedikit sekali di wilayah 4J anak petani yang kuliah.Ini hasil penelusuran kami di pedusunan 4J Raya. Bisa jadi mirip di daerah lain di Indonesia, tetapi maaf saya tidak punya data persis secara nasional.”

Sunday, February 23, 2014

ORANG DESA YANG TERKETUK HATI

Memahami Makna Pidato Agustri di Jumapolo

Radar PosEdisi 143/Th.VIII/ 01-15 Februari 2014
R. Agus Trihatmoko
     Karanganyar, Seperti yang telah di beritakan Radar Pos edisi 141 tentang “Renungkan Tahun Demi Tahun Yang Berlalu” telah diangkat dalam pidato malam tahun baru di Terminal Jumapolo. Di hadapan publik Agustri (R. Agus Trihatmoko, SE. MBA. MM) mengenalkan sosok Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan dirinya terkait dengan kehadirannya di ranah politik. Bobot renungan yang di sampaikan Agustri membuat orang simpatik dan kagum karena pernyataannya yang keras namun secara politik tetap cerdas dan santun.
     Menurutnya santai saja ketika harus memberikan nilai-nilai renungan sosial politik walau waktu itu di hadapannya banyak tokoh masyarakat dan bahkan tokoh dari berbagai partai politik.  Justru dari sana mereka semua diharapkan memahami makna malam tahun baru termasuk tahun politik 2014.

NEGERIKU NGERIKU Apakah Sebuah Bualan Politik ?

Radar PosEdisi 143/Th.VIII/ 01-15 Februari 2014

             
R. Agus Trihatmoko
Terlepas dari kepentingan politik yang diperjuangkan Agustri (R. Agus Trihatmoko), kesadaran dirinya nampak tak bisa ditutup-tutupi bagi kebaikan bangsa ini. Kali ini Agustri mengangkat dari berbagai sumber sebagai pijakan kesadaran bagi siapa saja terlebih bagi mereka yang terjun ke ranah politik. Memang keras tetapi menurutnya patut menjadi pemahaman bagi publik terlebih di tahun politik 2014 ini, berikut ulasannya:
       Membangun kesadaran politik berlaku bagi siapa saja baik bagi masyarakat pemilih pemimpin rakyat maupun bagi calon pemimpin yang akan dipilih rakyat. Sebagai warga negara semua memiliki kebebasan di negara yang demokratis. Kebebasan akan menjadi suatu tanggung jawab bersama untuk membangun kehidupan berbangsa.  Kebebasan ini nampak masih cenderung diabaikan oleh mereka yang memiliki ambisi untuk sebuah kedudukan yang mengabaikan nilai-nilai politik yang berbudaya. Siapapun para tokoh daerah dan negeri ini boleh menyorot balik tulisan ini, namun  yang tidak boleh lupa bahwa negeri ini sedang dilanda krisis moralitas politik.

IMPOR DAGING CEDERAI HIDUP PETANI

GAGASAN:

SOLOPOS,                                                                             5 Februari 2013
R. AGUS TRIHATMOKO, SE. MBA. MM
            Sejak pertengahan tahun lalu ternak sapi mulai diminati petani karena mereka melihat adanya peluang keuntungan. Terlebih pada tiga bulan terakhir ini harga jual ternak sapi relatif mahal yang dipicu oleh krisis daging sapi. Harga daging sapi telah menembus Rp 95.000 per kg atau naik 25% dari rata-rata harga pasar sebelumnya.

Tingginya harga daging sapi mulai dirasakan konsumen setelah Idul Adha  Oktober 2012  dan setelah Natal 2012 serta Tahun Baru 2013 hingga saat ini. Akhibat situasi ini pihak petani peternak sapi diuntungkan, sedangkan pihak konsumen daging sapi merasa terbebani. Namun, sebagai konsumen jangan ada iri hati dan menunduh bahwa petani untung besar karena mereka telah membeli bakalan sapi dengan harga relatif mahal.